Kamis, 19 September 2024
SELAYANG PANDANG BERDIRINYA BARISAN HOK-YA PDIP
Sejarah dan latar belakang terbentuknya Barisan HOK-YA PDIP berawal dari perjalanan Muhammad Isnaeni menghadapi Pertempuran Pemilu 2019. Pada perjalanan pertempuran Pemilu Legislatif 2019 dengan nomor urut 2. Demikian juga dengan Pemilu Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang salah satu pesertanya adalah pasangan Capres Wapres ketika itu Prabowo Sandi juga dengan nomor urut 2. Ini menimbulkan persoalan karena ruang gerak pertempuran menjadi sempit karena DPC PDIP memberi instruksi untuk memilih semua nomor urut 1.
![]() |
Komandan Barisan Hok-Ya |
Menghadapi
kondisi tersebut maka Muhammad Isnaeni
mencari celah untuk bisa tetap eksis dalam pertempuran pada Pemilu
Legislatif 2019. Yang paling realistis adalah memasuki wilayah dua Kabupaten di
Jawa Tengah yaitu Kabupaten Temanggung
dan Kabupaten Wonosobo. Peluang medan pertempuran di dua wilayah Kabupaten
tersebut adalah di bidang Seni dan Budaya.
Salah
satu alasan logis untuk menggarap bidang Seni dan Budaya di 2 wilayah tersebut
adalah antusiasme masyarakat pada seni dan budaya khususnya kesenian
tradisional. Sedangkan selama ini apresiasi dan perhatian dari pemerintah belum
signifikan. Tentu ini menjadikan tantangan bagi Muhammad Isnaeni untuk
merangkul mereka.
Selanjutnya
dengan konsekwensi politik banyak aspirasi dari Muhammad Isnaeni yang diberikan
kepada kelompok-kelompok seni dan budaya. Pada perkembangannya
Kelompok-kelompok Seni dan Budaya yang dibangun sejak 2019 dikoordinir untuk merapatkan
barisan dan membangun sebuah komitmen bersama. Hingga mencapai sebuah
kesepakatan dan kesanggupan dari
kelompok-kelompok seni budaya untuk membantu dan memberikan dukungan
dipertempuran Pemilihan Umum Legislatif tahun 2024 mendatang.
Kesepakatan
antara Muhammad Isnaeni dan Kelompok-kelompok Seni Budaya itu selanjutnya
terbangun sebuah komitmen tanpa ada pengingkaran dan penghianatan. Komitmen ini
tertuang dalam slogan berbahasa Jawa, “Nek Wes Ho’oh Kudu Hiya!” Kata-kata inilah
yang selanjutnya menjadi dasar lahirnya BARISAN HOK-YA.
Tepat
pada hari Kamis 10 November 2022 menjadi hari dan tanggal lahir Barisan Hok-Ya.
Sebagai pemrakarsa adalah Bapak Muhammad Isnaeni yang didukung oleh 70 Kelompok
Kesenian. Selanjutnya Muhammad Isnaeni menjadi
Komandan Hok-Ya.
Filosofi
dari Barisan Hok-Ya adalah kebersamaan dengan satu komitmen. Barisan Hok-Ya
yang terdiri dari kumpulan kelompok Kesenian dengan berbagai karakteristiknya
masing-masing yang memiliki komitmen atau anti penghianatan. Barisan Hok-Ya
dengan seluruh komponennya tanpa ada mendua hati, berubah fikiran dan tidak
dapat dipercaya atau dalam bahasa Jawa ‘Mencla Mencle.’
Sampai
tulisan ini disusun sudah terdapat 250 kelompok kesenian yang tergabung dalam
Barisan Hok-ya dari 2 Wilayah Kabupaten di Jawa tengah yaitu Temanggung dan
Wonosobo. Dengan melihat antusiasme masyarakat dan kelompok-kelompok Kesenian
pada Barisan Hok-Ya memunculkan optimisme bahwa anggota barisan Hok-Ya akan terus bertambah.
Seluruh
Kelompok Kesenian anggota Barisan Hok-Ya beserta semua komponennya berkomitmen
memsukseskan Pemilu 2024. Dari seluruh kelompok-kelompok Kesenian anggota
Barisan Hok-Ya sudah mendapatkan bantuan melalui anggaran aspirasi tahun 2021 -
2024. Dari seluruh kelompok anggota Barisan Hok-Ya tersebut 10 Kelompok
Kesenian diantaranya akan menyusul menjadi anggota resmi Barisan Hok-Ya setelah
membuktikan hasil pertempuran Pilkada 2024 di Wilayahnya.
Untuk
memberikan semangat maka kepada seluruh Barisan Hok-Ya diberikan seragam.
Selain akan memberikan daya tarik juga membangun karakter dan menjadi kebanggaan
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Seragam Barisan Hok-Ya dengan ciri khas
logo partai PDIP. Seiring berjalannya waktu nama Barisan Hok-Ya lengkap menjadi
Barisan Hokya PDIP.
Keberadaan
dan eksistensi Barisan Hok-Ya PDIP Jawa Tengah tersebut diapresiasi dan
disambut hangat oleh Bapak Sofwan Dedi Ardiyanto Wakil Ketua DPP PDI Perjuangan
Jawa Tengah dan selaku Calon Legislatif Dapil 6 JawaTengan. Ketertarikan dan
apresiasi tersebut dibuktikan dengan memberikan kontribusi pengadaan seragam
Barisan Hok-Ya. Dalam seragam Barisan Hok-Ya selain logo kebanggan PDIP juga
tercantum logo dan nama Sofwan Dedi Ardyanto di sebelah kanan dan Muhammad
Isanaeni di sebelah kiri.
Tentu
bukan hanya memfasilitasi seragam saja, Komandan Barisan Hok-Ya juga
memfasilitasi Kelompok-kelompok Kesenian tersebut untuk menunjukkan performa
keseniannya dalam sebuah pentas kesenian. Pentas Barisan Hok-Ya selain untuk
memupuk semangat berkesenian juga melestarikan Seni Budaya Bangsa. Pentas
Perdana Barisan Hok-Ya pada Bulan Desember 2022 di Dukuh Siringin, Desa
Tlogodalem, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo.
Yang
tidak kalah membanggakan bahwa kehadiran Barisan Hok-Ya PDI Perjuangan turut
andil dalam peningkatan berbagai sektor. Selain mengangkat sektor seni dan
budaya daerah juga sektor sosial dan ekonomi. Tentu peran Pentas Kesenian
Barisan Hok-Ya selain berhasil mengangkat
seni budaya daerah terangkat juga
sektor sosial dengan meningkatnya kualitas interaksi masyarakat setempat. Di
sektor ekonomi jelas membawa dampak sangat positif. Bidang Ekonomi utamanya
UMKM terangkat diberbagai sektor baik perdagangan maupun jasa. Seperti
persewaaan tenda, alat music, shound sistym dan para pedagang kecil.
Tentu
saja seiring berjalannya waktu kemunculan Barisan Hok-Ya menjadi daya tarik
kelompok-kelompok seni budaya yang ada di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo. Seluruh
Kelompok Kesenian yang ada akan bersatu bersama Barisan Hok-Ya PDIP majukan
Seni Budaya, majukan Indonesia!
“Salam
Hok-Ya!”